Sebuah coretan galau tentang makna kehidupan
Kawan . . .
Apa yang kau tau tentang hidup??
Tolong ceritakan padaku…
tapi jika kau masih enggan menceritakannya, baiklah biar ku saja yang menceritakannya padamu dan orang-orang disekelilingmu agar kau bisa memperbaiki beberapa yang “rusak” dan menambah segala yang “kurang”. . .
Kawan . . .
Bagiku hidup tak hanya berisi potongan mosaik-mosaik senyuman yang jika kau rakit akan menciptakan suatu lukisan kebahagiaan. . .
Tapi bagiku hidup penuh dengan potongan-potongan kisah yang sarat makna, yang jika kau mampu menyusun potongan itu akan menjadi suatu cerita maka kau akan mendapatkan makna tersirat dari ceritamu itu, sebuah makna yang jika diteliti lebih dalam mengandung langkah-langkah menuju pendewasaan dirimu, sebuah makna yang mampu menjadikanmu lebih bijaksana dalam menapaki jejak hidup selanjutnya . . .
Kawan. . .
Jangan pernah kau sesali segala tindak tanduk yang tlah kau lakukan, jika penyesalan itu tak kau ikuti dengan niat tulus untuk berubah dan memperbaiki coretan kacau yang tlah kau lukis, dan menghapusnya dengan tekad untuk menjadi lebih baik kedepannya. . .
Kawan . . .
Jika suatu yang buruk kau rasa tlah menimpamu, jangan terlalu cepat kau berputus asa dan menganggap dunia ini tak adil untukmu, karena hidup yang diberikan oleh-NYA bukanlah dalam bentuk skrip karangan sutradara handal dan kau hanya berperan sebagai aktor dalam cerita itu, bukan kawan…
Namun hidup adalah suatu langkah penuh pertimbangan dan perjuangan yang membutuhkan semangat dan tekad membara untuk terus bangit dan lanjutkan hidupmu… karena ku yakin kau tahu hidup kau tak akan berubah tanpa kau sendiri yang bertekad dan melaksanakan langkah konkret untuk merubahnya.
Kawan. . .
Terkadang ku pikir hidup ini kejam laksana dunia rimba…
Engkau tentu masih ingat bukan bunyi hukum rimba bukan?? Siapa yang kuat dia yang menang dan akan tetap bertahan hidup.
Nah, rasanya bagiku hidup di zaman ini tak obahnya hidup di hutan rimba,
yang berlandaskan kekuasaan dan kekuatan untuk memperoleh sesuatu.
yang tak lagi memggunakan jalinan logika dan hati dalam bertindak tapi hanya memperturukan nafsu semata.
Tentu aku tak perlu menyebutkan sederetan fakta-faktanya bukan??? Karena ku yakin engkau semua tlah sangat paham akan hal itu.
Kawan. . .
Persetan dengan apa yang mereka ingin lakukan…
Sekarang, saat ini. . .
Mari dimulai dari diri kita sendiri kembali menata hidup yang mungkin selama ini
penuh dengan kisah-kisah sendu berderai air mata penyesalan dan carut-marut ketakberesan,
penuh dengan untaian benang kusut yang tak kunjung terselesaikan,
penuh dengan coretan yang mengurangi keindahan lukisan bahagiamu. . .
mari kita perbaiki semua itu dimulai dengan niat tulus memperbaiki, menghapus sgala coretan kusut yang sengaja atau pun tidak telah mengurangi kecantikan lukisan hidupmu..
mari ganti itu semua dengan lebaran putih yang siap kau lukis kembali dengan lukisan indah penuh senyum dan damai..
mari lanjutkan hidup dengan mengambil dan memetik pelajaran dari sepenggal kisahmu dan kisahku dimasa laku, karena nanti, esok, ataupun lusa kau akan kembali menceritakan kisahmu maupun kisahku pada siapapun yang mungkin menantinya…
June 27, 2011
Monday , 18.50
Padang
Komentar
Posting Komentar