Raga tanpa Jiwa


hidup tapi tak hidup
itu yang terjadi pada raga yang ditinggalkan sang jiwa..
tertatih berjalan terseok untuk bangkit menatap hari esok..
meski mentari telah bagikan cahayanya namun kelabu masih menggantung dilangit ...
tak sedikitpun beri ruang pada sang sinar untuk terangi lagit jiwa...
hangatnya sinar sang penguasa siang masih belum mampu hangatkan jiwa yang terkukung di balok-balok kebekuan yang dinginya menghujam sampai ke tulang..

sangkamu raga yang kehilangan jiwa itu tak berusaha untuk hancurkan kebekuan yang merongrong jiwa??
sangkamu raga yang kehilangan jiwa itu tak berusaha singkirkan kelabu yang menggantung di ruang hati??
sangkamu raga yang kehilangan jiwa itu tak berusaha mencari secercah bahagia sebagai pengobat sang hati??
hmm...
sangka mu itu tiada yang benar..

raga tanpa jiwa itu trus berjalan terseok mencari sesuatu tak peduli apa pun itu
entah itu angin yang mampu terbangkan mendung
atau air yang akan meluruhkan kebekuan
atau malah api yang mampu gelorakan kembali jiwa yang masih terlarut dalam kebuntuan mnyemagati diri..

tapi apa??
ternyata itu semua masih belum ditemukan oleh raga tanpa jiwa itu..
sudahlah..
kau tak usah risau..
karena apa pun yang terjadi raga tanpa jiwa itu akan terus mencari kunci  dimana ia bisa membuka kembali pintu menuju jiwa-jiwa yang riang yang haus akan gelak tawa bahagia dan senyum ketulusan...
meski dalam pencariannya raga tanpa jiwa itu akan tertatih atau bahkan terseok lemah..
namun ia akan terus mencari sampai sang waktu sudi menjawab pencarianya itu...


jum'at 13 januari 2012
10.05

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup tak seperti logikamu

Langkah pencarian

coretan kegundahan